November 18, 2008

Bertemu Jerry Aurum…Keberuntungan nomor sekian

Ditulis dalam anganku, fotografi dan desain grafis, Life story, Uncategorized tagged , , , pada 8:38 am oleh ziezahworld

wah,soal yang satu ini saya memiliki niatan yang sangat besar untuk menceritakannya dari awal hingga akhir….

Pada awal saya kuliah di Ilmu Komputer, saya suka main ke salah satu rumah desain yang dimiliki oleh seorang alumni dari sekolah saya(SMA N 1 Yogyakarta). Nyari-nyari sedikit tambahan dan mengasah skill saya walau pada akhirnya saya tidak meneruskan sampai sekarang. Di tempat tersebut saya menemukan majalah yang unik dan saat pertama membukanya saya langsung semangat membacanya… banyak banget tuh yang bikin saya mlogo dan terinspirasi dari banyak tulisan di situ, artikel, desain. Saya sampai meminjamnya untuk dibawa pulang, majalah tersebut adalah majalah Concept(majalah desain grafis 2 bulanan yang mahal, saya gak mampu beli je…., tapi bukan zie kalau ga ada cara,he he he he)Majalah consept ini saya bawa ke kampus, dan ternyata beberapa teman saya sangat tertarik sehingga mereka hingga sekarang berlangganan(dan saya cuma pinjem,numpang baca,padahal lebih puas kalau beli sendiri, gak nyesel sebenernya kalau mau beli tapi apa daya saya tidak mampu).

Dari majalah tersebutlah saya menemui sosok unik bernama Jerry Aurum….(wa….wa….lebayne metu je),dia seorang fotografer dan punya 2 perusahaan hingga sekarang ini yaitu Jerry Aurum Photography dan Jerry Aurum Design Company(dalam majalah tersebut lebih terkonsentrasi pada Design company miliknya). Saya langsung jatuh hati pada perusahaan miliknya itu, melihat company profilenya hingga foto kantornya, rasanya sangat menyenangkan(hingga saya berpikir, enak sekali bisa kerja di tempat Jerry Aurum, dan saya memutuskan saat itu untuk berjuang supaya esok bisa bekerja disana). Jerry Aurum tidak begitu terkenal di Jogja tapi salah satu teman saya yang saya panas-panasi akhirnya mengenal juga, tapi sayang dia sudah jauh terdampar di Kalimantan….

Dia menginspirasi saya banyak hal dari desain grafis hingga fotografi tapi memang saat itu juga saya tertarik fotografi walau lebih suka liat aja dan tanya-tanya ma temen-temen daripada saya yang pegang kamera(hobi mahal gitu). Tapi berjalannya waktu saya lupa akan cita-cita saya saat itu, banyak hal lain yang terpikirkan terutama di ilmu komputer ini.

Nah, setelah 2 tahun berlalu saya mendengar kabar di radio Jerry Aurum datang ke Jogja… wah….senangnya rasanya jika saya bisa bertemu dengannya, setau saya itu hari sabtu, padahal hari sabtu itu saya sedang sibuk-sibuknya dan pupus sudah harapan saya bertemu dengan idola(he he he). Namun, ternyata saya salah, ternyata hari minggu acara close up, workshop with jerry aurum diadakan(kesempatan besar). saya tau dari teman saya bernama firsti yang mau ke sana, lewat status ym-nya. nah, karena saya sampai memimpikannya malam sebelumnya untuk bertemu dengannya, dengan semangat 45 saya telpon firsti, saya bisa ikutan tidak? dan ternyata sukses… saya datang!!!!!

Segera saya mandi kemudian saya ambil tas dan perkakasnya, kemudian saya tancap gas ke jalan solo, ternyata bertemu saja penuh perjuangan….halangan merintang…pertama ban motor bocor, tapi semangat masih menggebu-gebu saya tetap semangat datang, eh, baru sampai wanitatama udah hujan deras…tetap pantang menyerah mengeluarkan jas hujan menuju ke sana. Sampai disana masih nunggu lama sekali namun kepuasaan dan keberuntungan banyak memihak saya.

Di acara close up yang diadain di pelataran x hotel ambarukmo. Kayaknya cuma saya yang menggap dia artis di sana, minta foto, tanda tangan, tips juga, sedikit ngobrol-ngoborol.Benar-benar say beruntung bisa bertemu dengan orang yang menginspirasi saya. tapi malamnya(niat pamer) saya cerita ke teman-teman saya,dan ternyata mereka gak kenal Jerry Aurum… merek pasti bilang Jerry Yan apa???(y enggaklah). Tapi sangat menyenangkan bisa bertemu, diberi sedikit petuah dan seminar gratis… nieh foto-fotonya…

Parodi Hitam Manis milik samuel(harian kompas minggu)

Ditulis dalam anganku, Life story, Uncategorized tagged , , , , pada 12:55 am oleh ziezahworld

Saya sangat suka membaca parodi, saya merasa sedikit merenung setiap kali membaca parodi miliki samuel pada harian kompas hari minggu karena saya malas membaca berita politik indonesia yang menurut saya tidak ada kemajuan dan muter-muter, lebih suka politik luar negeri dan bacaan ringan, dan beberapa berita gadget walaupun endingnya jika ditanyain tentang gadget-gadget tersebut saya belum tentu bisa review dan membahas, yah walaupun saya anak ilmu komputer tapi saya merasa gak banyak ngerti tentang komputer, but better than temen-temen cewekku yang gak kuliah di IlKom(ya iyalah zie).

Oke, balik lagi ke parodi hitam manis, dalam kolom parodi milik samuel yang berjudul hitam manis(minggu lalu,lupa tanggal berapa) yang isinya tentang obama yang hitam manis dan ujung-ujungnya menceritakan tentang renungan kita jangan berkeskpetasi berlebihan terhadap seseorang atau melihat dari penampilan luar atau berharap seseorang itu sesuai dengan pemikiran kita……

Membaca parodi tersebut saya jadi mikir muter-muter, banyak, blibet, dan juga debat panjang dengan teman saya satu atap. Sampai-sampai saya merasa minggu ini saya lalui dengan tema yang sama dan mirip dengan parodi milik samuel dalam kehidupan saya, kayaknya minggu ini banyak hal yang saya dengar dan baca memberikan tema yang sama bahkan ngaji pun juga membahas tentang hal ini dari parodi milik samuel di harian kompas, buku yang saya baca berjudul the last lecture, teman saya yang cerita tentang pengalamannya, trus ternyata baru tau kalau blog teman saya juga lagi membahas itu(sedikit menohok saya juga).

Kalau soal saya mikir panjang, blibet, muter-muter. Kata teman-teman saya termasuk lebay pake banget dalam menanggapi sesuatu, mellow dramatik, dan suka dramatisasi situasi sehingga sering-sering mereka geleng-geleng dengan kelakuan saya yang masih baby ini.

Karena tadi malam saya janjian ma temen saya yang katanya dia mau posting blog, saya yang suka ikut-ikutan ini juga kepikiran mau nulis(sebenernya mau nulis pengalaman dan latar belakang bertemu Jerry Aurum tapi berhubung fotonya belum ada jadi saya nulis yang ini).

yah, tentang parodi tersebut bisa nyangkut kemana-mana, termasuk hal tentang Jerry Aurum tersebut dan cerita hitam manis versi teman saya. Beberapa hari ini saya sendiri merasa saya sering berekspektasi berlebih pada beberapa orang, saya berpikir dia seperti ini, suka ini, nglakuin ini itu, sikapnya gini gitu, baik bla bla bla, tapi saat saya tau dia tidak sesuai harapan saya, saya merasa jatuh, tidak simpatik, padahal mungkin dia tidak bermaksud begitu, atau saya sudah buta dulu dengan banyak hal yang saya harapkan dari orang tersebut.

Tentang hitam manis versi teman saya, dia bilang dia dulu nge-fans dengan perempuan yang manis, dan baik(padahal dia juga cewek lho). Tapi ternyata setelah dia(perempuan manis itu) melakukan sesuatu yang tidak mengenakkan hatinya dan menurutnya tidak etis sehingga dia menjadi marah dan tidak simpatik lagi dengan orang tersebut.Intinya dirinya tidak sesuai dengan yang teman saya harapkan. Saya juga merasa hal tersebut benar adanya, saya pernah mengalami hal tersebut, tapi bagaimana kita bisa biasa saja dengan orang-orang tersebut karena saat itu kita sedang buta dengan beberapa hal tentang orang tersebut(walau sekarang sadar, ternyata saya emang berekspektasi berlebih terhadap seseorang,bersyukur tidak terbawa jauh-tapi ini pengaruh dari saya lebay juga mungkin*teman saya mungkin sedang mengiyakan*)

Nah, karena terpikir hal tersebut saya jadi berpikir, jangan-jangan saya juga berekspektasi lebih dengan Jerry,saya harus membuktikan sendiri,apa saya berlebihan mengharapkan talent dari dia atau saya cuma berekspektasi banyak darinya, tapi setelah bertemu sekali kemarin itu saya rasa ekspektasi saya tidak meleset jauh, tapi dikit, tapi itu tidak mengurangi minat saya akan Jerry karena saya juga tau dari awal beberapa hal yang tidak sesuai dengan diri saya(namun mungkin juga saya masih terbawa perasaan euforia kesenangan bertemu orang yang 2 tahun lalu menginspirasi saya ini,sampai minta tanda tangan segala *diketawain mas sigit waktu cerita begitu*). yah pengharapan itu berawal dari kesan pertama dengan orang tersebut juga,inilah yang mempengaruhi saya berekspektasi lebih.

oke balik ke parodi milik samuel, dalam parodi tersebut teman saya bilang dia tidak setuju dengan kata-kata samuel yang dia bilang “when you go black, you willn’t go back!” yang mungkin artinya jika kamu sudah dicap hitam atau jelek kamu gak mungkin kembali lagi. padahal saya tidak memperhatikan hal tersebut, karena saya masih terkonsen pada pengharapan berlebih terhadap seseorang dan saya pikir mungkin juga sesuatu. yah, dan tadi malam kami berdebat kembali tentang kata-kata samuel tersebut. dia bilang dia tidak setuju dengan hal tersebut, karena gak semua yang black tersebut pasti selamanya black dan saya mengatakan bahwa hal itu jarang sekali terjadi dalam hidup kita dengan kemuningkinan persentase terbesar 20% orang tersebut bisa kembali putih, kebanyakan hal yang saya alami adalah white to black bukan black to white, tapi memang ada beberapa mungkin dan mungkin juga saya kurang sadar akan adanya perubahan-perubahan di sekitar saya. kesan pertama itu sudah mempengaruhi segalanya yang saya harapkan dari seseorang ataupun sesuatu dan saya rasa untuk kembali jadi white itu akan membutuhknan proses yang sangat lama sekali, karena mungkin mindset saya sudah seperti itu, tapi jika mindset saya terhadap seseorang itu white kemudian dalam 1 waktu black, dia sudah abu-abu di mata saya, atau mungkin benar-benar black.

yah, saya juga belum mengerti bagaimana cara kita supaya sudah melihat sesuatu itu abu-abu dulu, karena setiap orang juga pasti berharap saya putih dan saya berharap orang lain juga putih.

masalah pengharapan dan ekspektasi ini juga berkaitan dengan ngaji tadi malam, kenapa???

karena kami saat itu mengkaji hadist yang mengatakan segala sesuatu berawal dari niat(apa hubungannya?). Seseorang akan mendapatkan apa yang kita niatkan(kata ustadz saya),nah bagaimana jika kita berpengharapan lebih akan sesuatu atau seseorang???bagaimana jika kita tidak bisa mendapatkannya?

Ustadz saya bilang asal lillahi ta’ala maka kita bisa lebih legowo(ikhlas),tapi tidak bisa dipungkiri juga kita pasti punya niatan lain, motivasi lain, mungkin itu yang kita dapat, mungkin itu yang mendasarinya tanpa disadari, penerimaan terhadap sesuatu berawal dari niatnya, jika kita kecewa,marah, sakit hati itu manusiawi(ya iyalah pak, kita manusia bukan malaikat)tapi jika kita lillahi ta’ala maka kita akan lebih ikhlas akan hal tersebut,cuma mungkin kadar ikhlas itu berbeda-beda, sesuai dengan niatannya, tapi mungkin dengan hal tersebut kita akan lebih meningkatkan kualitas ke-ikhlasan kita dengan niat lillahi ta’ala.

Berpengharapan lebih, ekspekatasi lebih, juga diharapkan tidak membuat kita terlalu menggebu-gebu(saat itu saya tersinggung, karena saya tipe orang menggebu-gebu)dan membuat kita jadi terlalu percaya diri karena itu akan melukai sekitar kita(saya sedih mendengar itu, jangan-jangan saya melukai orang-orang sekitar saya)walau mungkin tanpa bermaksud seperti itu, tapi pasti akan melukai hati orang di sekitar kita.katanya jangan terlalu percaya diri akan suatu hal, karena yang akan menjatuhkan adalah pribadi itu sendiri(yah, karena saya berekspektasi berlebih, saya juga jatuh karena ekspektasi tersebut).(tapi saya berpikir diatas kebahagiaan kita pasti ada penderitaan orang lain*mengutip perkataan teman saya*,apa bisa kita menjadikan win-win solution???saya mengalami kebingungan dalam hal ini,apa yang sebaiknya dilakukan?)

yah itu kata ustadz saya, walau begitu saya masih mencoba mencernanya lagi.

Kemudian dalam minggu ini karena saya kurang kerjaan dan pengen baca buku. Saya tiba-tiba sudah menghabiskan setengah tabungan saya untuk membeli buku(novel dan beberapa buku lain), dan saya membaca The Last Lecture(Pesan terakhir) yang disarankan oleh dosen saya pak Agfi(dosen multimedia),yah ,memang buku ini banyak memberikan motivasi pada orang lain untuk menggapai mimpinya walaupun waktu hidupnya katanya tinggal 6 bulan. ini juga ada hubungan dengan pengharapan. saya membaca definisi pengalaman dari buku tersebut(oleh Randy Pausch-semoga benar namanya)kalau tidak salah intinya seperti ini….

pengalaman adalah kejadian yang tidak bertemu pengharapan(saat membacanya saya cuma bisa angguk-angguk, gila bener juga pikir saya dalam kasus ini saya sangat setuju, walau pengalaman gak selamanya seperti itu, intinya kita jadi kuat karena gagal dan belajar dari itu). kejadian yang tidak bertemu pengharapan….ekspektasi berlebih….yah memang itu menjadi pengalaman bagi saya…(dan saya benar-benar bersyukur akan hal tersebut, saya belajar sangat banyak akan hal tersebut walau masih perlu diasah juga)

hmmmm…….semoga saya bisa posting soal Jerry untuk yang berikutnya….

(ternyata saya bisa nulis sebanyak itu, walau memusingkan, muter-muter dan juga serius banget, jarang posting yang serius jadi aneh…salut!!!)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.